Kamis, 05 November 2015

Ketidakpedulian Yang Dipaksakan

    Aku memang seperti ini. Aku tidak akan pernah menjadi orang lain. Bahkan dalam waktu yang lama. Saat cinta yang lain datang menghampiriku dan menanyakan siapkah aku kembali menerima? Aku akan menjawab lantang  bahwa aku masih mengobati luka ku. Luka ini sangat dalam, sehingga membutuhkan waktu yang lama. Aku tidak takut menjalani cinta yang baru, aku hanya ingin menepi dan berpikir pantas kah aku dicintai. Meski emosi merajai hati. Halusinasi yang berat tak mampu bertahan.   Aku bukan dia, jika suatu saat aku memang bukan seperti biasanya, aku tidak berubah. Aku tidak menjelma sebagai orang lain. Hanya kau saja yang kurang memahamiku. Saat kerinduan tiba aku akan tetap seperti ini. Tetap tersenyum melihat mu dari jauh. Jika kamu menganggapku tidak peduli, itu terserahmu. Karena itu hanya asumsi mu.   Jika akhirnya kau tetap memilih pergi, jangan lupa membawa semua hal yang memungkinkanmu kembali. Perasaan ku pada mu juga tak pernah berubah, mungkin kebiasaan kita saja yang berubah. Serta ada banyak hal yang perlu kau tau, salah satu nya ingatlah bahwa aku adalah seseorang yang telah melepasmu, namun tak pernah mengikhlaskanmu.

Rabu, 04 November 2015

Mengenangmu Seperti Mencintaimu Kembali

          Aku yang tertatih melawan rasa dihati ini. Ingin ku merelakan mu dengan nya,namun  di sisi lain aku ingin mencintai mu kembali. Aku ingin semua perasaan ini menghilang untuk mu. Aku akan mengenangmu, tapi aku tak bisa. Bukan hanya karena aku yang tak berhasil memandang kearah  lain. Tapi aku hanya ingin menuntun mu pada kata “Aku pernah berada di hatimu, aku pernah disampingmu dan tolong jangan lupakan aku”. Aku berharap kisah kita akan selalu menjadi kenangan terindah pada masa ini dan sampai akhirnya akan menjadi perbincangan anak cucu kita kelak.

           Aku yang telah terbiasa tanpamu hingga saat ini. Aku yang telah mampu menghilangkan rasa ini untuk mu. Aku berharap hubungan kita tak kan kandas diterpa waktu. Aku ingin kamu selalu mengingat apa yang aku lakukan padamu. Aku ingin kamu tidak pernah melupakan hiasan lama dalam benak mu. Kali ini aku merasakan pendekatan yang indah. Karena pendekatan adalah proses cinta yang paling bermakna.

            Mungkin aku hanya sepenggal kisah lampau yang telah usang. Aku tak ingin merasakan jiwa yang tak tenang saat mengingatmu kembali. Karena bagiku Mengingatmu dan mengenang mu seperti mencintai mu kembali dalam diam. Dan terakhir kali nya aku tidak ingin membohongi perasaan ku padamu yang masih ada. Aku hanya mencoba untuk membunuh rasa ini meskipun pada akhirnya lagi – lagi aku tak berhasil dan tetap terbayang olehmu. 

Aku Tak Bisa Berbuat Yang Lain

   Kereta tidak bisa berhenti jika belum sampai di stasiun. Hanya masinis dan Tuhan yang tau kapan kereta akan berbelok dan berhenti. Sama seperti kisah gue yang udah berubah arah. Yang dulu mesra kemana – mana berdua, gandengan tangan, dan sekarang dia kabur sama cewe lain. Mungkin kata yang tepat adalah ”pergi” bukan “kabur”. Mulai dari kecocokan yang romantis sampai akhirnya jadi pertengkaran yang luar biasa. Mulai dari hal sepele jadi gondok bertahun – tahun. Tapi bagaimana pun juga selama bertahun – tahun itu pula gue cuma bisa berhenti tertawa sama keadaan. Ya mau gimana lagi, keadaan yang dulu sama dia dan sekarang ngga ada dia. Karena dia sekarang sudah bersama orang yang buat dia bahagia.
        Lalu gimana sama gue? Di dalam novel dan cerita – cerita romantis yang pernah gue baca, tokoh utama nya bahagia belakangan. Gue ya nunggu dia putus lagi sama pacarnya. Lalu gantian gue yang bahagia. Apa mau begitu?  HAHAHA…. Gue gak mau natap masa depan gue sama orang itu – itu aja. Mengenalmu itu menyenangkan. Bersamamu itu hal yang paling indah. Dan satu hal lagi yang gak akan pernah gue lupain tentang elo. Lo yang selalu bisa bikin mood gue bagus. Udah itu aja. Sebenarnya kalo ditulis banyak gue bisa nyiptain novel yang romantic abis sampe mewek – mewek nangis haru. Tapi ini gue rangkum khusus buat  pembaca gue yang gak suka sama tulisan panjang.                                    

    Terima kasih, setidak nya gue pernah jadi orang yang penting dalam hidup lo meski Cuma sebentar. Gue tau alas an lo gak mau jadian sama gue. Memang, segala sesuatu hanya baik di awal, dan gue juga mmenyadari suatu saat jika dua insan sedang jatuh cinta pasti mereka berubah sikap. Entah itu jenuh dengan masing – masing atau memang ereka sudah tidak saling nyaman lagi. Yang jelas hubungan pendekatan adalah hubungan yang paling indah dan yang terbaik. Untuk itu ngga ada salahnya kalo lo ngga ngasih kejelasan buat hubungan kita.
     Seperti yang dikisahkan dalam film drama romantis Thailand “You Are The Apple Of My Eye”. Pengorbanan seseorang tidak akan sia – sia jika dilakukan terus menerus. Dan sekarang aku berharap pengorbanan gue ke lo gak akan sia – sia sama seperti di film itu. Gue akan terus mengejar mimpi gue dan akan dapet yang terbaik. Karena perempuan yang baik hanya untuk pria baik pula.

Jumat, 23 Oktober 2015

Penyesalan Datang Dibelakang

Siapa yang bilang penyesalan datang di awal? Yang ada ya di belakang. Kalau sudah menyesal dan apa saja yang bisa diperbuat? Tidak ada. Dahulu seperti di sia – sia kan, sekarang saat telah pergi, bahkan pergi sejauh mungkin. Siapa yang menyuruh menyia – nyia kannya. Karena hukum alam itu pasti ada. Jika kamu meninggalkan orang yang kamu sayangi demi orang yang kamu suka, maka orang yang kamu suka itu akan meninggalkan kamu demi orang yang dia sayang. Mungkin saja saat ini keberuntungan berpihak padamu. Tapi nanti, ketika mereka sudah tidak membutuhkan mu lagi, ketika mereka tidak tetarik lagi padamu, ketika semua yang kau punya telah tidak ada. Kemana kamu akan melabuhkan hatimu. Kemana arah dan penopang pundak mu selama ini?
Kamu meninggalkan ku, kamu berjalan lurus ke depan tanpa menoleh padaku. Yang saat itu aku sudah menunggu mu lama. Ketika aku melihat mu dari jauh, aku berharap semakin dekat dengan mu. Namun kelamaan, jarakmu tak lagi samar. Tiba saat nya kau meraih tangan ku dan mengajak ku untuk bangkit. Tapi setelah satu langkah tepat di depan ku,kamu hanya menoleh ku tanpa tersenyum dan tanpa seucap kata pun. Dan kamu berlalu..
Lama tak ku dengar tentang mu. Tiba – tiba kamu dating dan dengan senyum lebar berkata “mari kita bersama”. Apa kamu lupa,kamu pernah mengacuhkan ku. Apa kamu lupa siapa yang berharap dahulu sebelum di acuhkan? Apa kamu lupa dengan seluruh pandangan keyakinan mu pada ku dulu? Sekarang kamu berkata menyesal? Sudah pasti itu. Sudah waktu nya roda berputar arah. Keberuntungan tidak lagi berpihak padamu. Begitupula orang – orang yang senang dengan mu dulu.
Aku bukan bermaksud mengacuhkan mu. Bukan pula untuk membalas dendam. Tapi ada masa nya, yang dahulu di acuhkan akan menjadi yang diharapkan. Bagimu , aku diacuhkan. Tapi bagi orang lain, aku adalah harapannya. Aku yang sia – sia menunggu mu,dengan segala kesabaran ku. Seperti kau yang aku temani untuk mendaki gunung, aku yang menyemangati mu untuk sampai ke atas. Hingga sampai kau di atas gunung sana, itu adalah pilihan mu. Ingin tetap bersama ku dan membangun kebahagiaan bersama. Ataukah ingin meninggalkan ku begitu saja dan pergi dengan orang di atas dan mencari kebahagiaan lain.
                                Setiap orang berhak untuk memilih. Termasuk kamu dan aku yang tidak akan menjadi kita dengan keegoisan mu. Terserah saja dengan siapa kamu akan mengungkapkan rahasia cinta. Bagi ku kau lah orang yang tepat untukku, entahlah jika kamu tetap angkuh dengan pilihan mu yang sembarang itu. Aku tidak tahu jika pilihan mu ada di dia, serta kebahagiaan mu dengan dia, bukan aku.

Anita Indriasari | 12/07/2015

Masa Sulit


            Melihat mu bersama orang lain di depanku memang kenyataan pahit, apalagi dengan senyuman manja mu yang pernah untukku. Dengan semua hal yang pernah kau berikan padaku. Aku bisa merasakan kebahagiaan orang itu, sama bahagia nya dengan ku dulu. Atau mungkin dia lebih bahagia, entahlah. Aku rasa seperti itulah aku dulu. Sangat dulu sekali saat aku membalas senyuman mu dengan tatapan mata penuh ketulusan.
            Dengan cerita lalu aku berusaha bangkit, karena sekarang labuhan mu bukan lagi aku. Karena yang mengingatkanmu berbuat baik, bukanlah aku. Karena yang selalu mendampingi mu sekarang bukanlah aku. Karena yang selalu mendengarkan ceritamu sehabis beraktivitas bukan lagi aku.
            Pada akhirnya semua yang datang juga akan pergi. Karena semua yang ada di awal akan menjadi akhir. Semua yang indah tidak selamanya akan indah, Begitupun sebaliknya, tidak semua yang buruk tidak akan selamanya buruk. Ada pelangi setelah hujan, ada kebahagiaan setelah kesedihan. Ada kebaikan setelah keburukan. Cinta memang sebercanda itu.

            Kisah ini tidak terduga, bahkan akupun tidak pernah membayangkannya akan menjadi seperti ini. Kita hanya menunggu, ada orang lain yang akan masuk dalam hati kita. Dan saat nya menghargai orang itu semampu kita. Harus tahu bahwa semua orang akan berubah. Bukan karena orang lain, tapi memang hukum alam. Semua rahasia Tuhan yang penuh teka – teki. Dan kemudian hanya menunggu seseorang datang kepada kita serta mengikuti kata “Love us just the way we are”.

Senin, 22 Juni 2015

masa lalu

                Mungkin aku bisa melupakan seseorang, tapi kenangan manis tentang dia pasti abadi. Karena Tuhan menciptakan otak untuk mengingat, bukan melupakan. Ciptakan kenangan baru untuk melupakan kenangan masa lalu. Aku ibarat kupu – kupu yang lupa cara nya untuk terbang. Sebab ,kenangan mu terlalu indah untuk ditinggalkan. Karena ceriamu masih ada di relung hati ini. Aku terpaku menatap langit biru yang tak kunjung padam. Sekedar apa kabar saja mungkin taka apa bagiku dan bagi pasangan ku. Itu hanya sapaan rindu yang sempat berkobar dulu. Sekarang mungkin yang ada hanya suara ku saja yang tak ingin kau dengar.
              Doa terbaikku akan selalu menemanimu setiap detik detak jantungmu. Karenamu aku belajar untuk tidak pernah berhenti dengan apa yang telah aku mulai. Karenamu, aku sanggup berjalan di atas sesalku. Dan karena mu juga ,aku melepaskan harapan yang telah pupus. Masa lalu tidak bisa di ulang, hanya bisa dikenang. Butuh lebih dari sekedar pergi untuk melupakanmu, dan aku tak pernah tahu apa itu.
             Aku belajar untuk tidak banyak berharap, karena harapan pun bisa saja pupus. Aku belajar untuk selalu bersyukur dengan apa yang aku dapat, karena meski sedikit yang aku tanam maka itulah yang aku tuai. Bercanda dengan mu setelah sekian luka, tetap saja luka mu akan tetap ada. Aku tidak akan melupakan mu. Aku bahkan akan sering – sering mengunjungimu hanya sekedar untuk menunjukkan padamu. Inilah aku, dengan kelemahan ku. Dengan segala sisa puing – puing ini, aku bangga dengan apa adanya diriku yang telah bangkit kepada kebahagiaan.
                 Aku mampu berdiri sendiri dengan uluran tangan sucinya. Dengan senyumannya yang mendinginkan ku. Dengan tatapan matanya yang seolah berbisik “aku akan menciptakan kenangan baru untuk mu”. Karena sekarang aku benar – benar berdiri tegak dan mengacuhkan duri – duri yang kau tinggalkan.

Jumat, 19 Juni 2015

Bersamamu

       Aku ingin melihat pemandangan ini. Bersama mu. Di waktu esok dan selamanya. Hingga maut memisahkan kita. Hingga rambut kita mulai memutih. Hingga nafas telah terengah. Hingga kulit tak lagi kencang. Hingga gerak tak lagi cepat. Hingga pandangan tak lagi fokus. Hingga pendengaran tak lagi normal.
       Sayu mata mu membuat bibir ini berhenti berucap. Yang ingin ku katakan hanyalah aku mencintai mu.selamanya.. ajari aku untuk tetap mengingatmu. Ajari aku untuk tetap menatap mata indah mu itu. Karena di dunia yang sempit ini, hanya ada mata yang paling indah. Yaitu mata mu. Mata yang pernah melihat keagungan dunia bersamaku. Mata yang pernah menangis saat aku tak lagi di sisi mu. Mata yang pernah menatap ketidak sempurnaan ku. Bahkan berdua kita jalani hari demi hari,  warna demi warna. Menggenggam erat tangan mu. Dan tak kan pernah ku lepaskan.
       Mungkin fajar akan tenggelam hari ini, namun sinar nya kan memantulkan pada rembulan. Seperti akan berucap suatu kalimat dimana tidak akan ada umat insan yg mengerti. Itulah cinta yang semestinya tidak bisa diungkapkan dengan kata - kata. Yang tidak bisa di agungkan begitu saja dengan kalimat. Yang tidak akan bisa dipahami.
        Aku tidak ingin waktu berlalu saat aku bersama mu. Aku ingin menghentikan waktu dimana kita berdua sedang bersama. Saling memahami arti kebersamaan. Saling menyayangi satu sama lain. Aku tidak mengerti alasan kenapa aku begitu mencintaimu. Begitu senang melihat mu berada di dekat ku. Dan aku merasa tenang melihat senyummu.
                 Anita Indriasari | 19 / 06 / 2015

Kamis, 18 Juni 2015

Perhatianmu Canduku

       Kau mewarnai hariku. Kau mengisi celah hidupku. Aku menyayangi mu. Berbeda dengan yang dulu. Kali ini rasa nya aneh jika tidak bertemu dengan mu. Kita selalu menghabiskan malam – malam panjang berdua. Hanya tawa mu yang masih terngiang di telingaku. Teriakmu semalam masih terdengar dalam sanubariku. Senyuman mu menyembuhkan lukaku.
         Kau yang disana, duduk termenung menunggu hari libur. Kapankah kita bisa membagi keceriaan bersama? Kapan kau dan aku berbagi canda tawa bersama? Kapan kita menandai hari – hari indah kita dengan sebuah gambar? Kapan kau gandeng tangan ku lagi saat aku marah? Kapan kau hibur saat hariku lelah? Hanya dirimu yang mampu mengisi kekosongan ini.
       Posisi mu sekarang, kau melengkapi setiap hari – hariku. Selalu rutin mengucapkan selamat pagi. Selalu mengingatkan makan. Selalu mengatakan sayang.Sekecil apapun perhatian kalau itu rutin dilakukan. Pasti akan menjadi candu bagi orang yang diberi perhatian. I love you so much..

Sabtu, 13 Juni 2015

Rasa Yang Muncul Sendirinya

         Aku telah melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Mungkin awalnya sulit, namun lama – kelamaan akan terbiasa dan menyenangkan. Aku telah menjalani apa yang aku pilih. Aku sudah mencoba dan berusaha sekerasnya untuk membuka hatiku pada saudaranya. Dan akhirnya, rasa itu muncul tiba – tiba. Rasa yang begitu kuat. Rasa untuk tidak ingin kehilangannya. Rasa cemburu jika ia dihubungi mantannya. Rasa rindu jika tidak bertemu. Rasa sayang yang sama tulus nya jika ia jauh. Rasa penasaran saat ia tidak ada di sisiku.Itu semua yang ku rasakan telah muncul begitu saja. Sekali lagi itu tidak mengganggu pikiranku. Tidak sekalipun terlintas dalam otakku bahwa aku akan bersama nya dan merayakan ulang tahun mama nya. Bahkan aku sangat dekat dengan keluarga nya ataupun teman - temannya. Aku tidak pernah berfikir aku akan menjalani hubungan yang serius dengan nya. Apalagi sampai berkenalan dengan keluarganya.
       Mungkin memang benar kata orang jawa,”witing tresno jalaran saka kulina”. Dulu aku berfikir akan menyudahi kisah ini. Namun Tuhan berkata lain, hingga saat ini aku merasa kurang saat ia jauh dari sisi ku. Aku ingin mencintainya seperti dia mencintai ku. Aku ingin menyayangi nya sama seperti dia mencintaiku. Aku ingin tulus seperti dia yang selalu begitu dengan ku. Dia berkharisma, dia hangat, dia ramah, dia baik hati. Aku tidak ingin mengecewakannya. Aku tidak ingin membuat dia sakit hati. Seiring bertambah nya usia. Aku mulai menjalani hubungan berat. Tapi hanya dia lah yang aku inginkan.
        Rasa sayang itu muncul tiba – tiba. Tidak bisa di pungkiri lagi. Aku menjalani dengan sepantasnya. Aku memilih jalanku seperti ini dan menggandeng tangannya. Aku bersikeras untuk berkorban untuknya. Bukan pengorbanan kecil, ini perihal makan makanan pedas nya karena dia akan sakit jika makan itu meskipun aku juga tidak suka makan pedas. Ini juga bukan perihal dia berjanji akan menjadi lelaki yang bertanggung jawab. Dia akan menyayangi ku sepenuh hatinya.
          Aku menyayangi nya melebihi apapun. Aku tidak ingin kehilangannya. Dia sangat berarti. Dia sangat special. Topiknya sekarang, kita harus belajar memahami tentang kita. Hubungn kita yang terlanjur seperti ini. Namun keterlanjuran ini membahagiakan.

Selasa, 09 Juni 2015

Kejutan Bagi Para Pecinta

          Kata orang, cinta adalah kejutan. Kejutan kepada semua orang yang berkasih sayang. Dan hari ini kamu menjadi kejutan yang paling indah. Jika kita mengenal  sejak lama mestinya kita sudah menjalin hubungan bertahun – tahun dan tidak akan ada perasaan yang tumbuh antara aku dan saudaramu. Mungkin inilah cara terbaik Tuhan memberi kejutan.
           Jauh sebelum aku mengenalmu. Aku telah mengetahui mu. Tapi sebagai orang yang biasa saja. Aku melihat mu saja tidak pernah meletakkan pada penyimpanan sensorik dalam otakku. Seperti halnya melihat mu berjalan, itu tidak ada pengaruhnya untukku. Yang ku lihat hanyalah seorang laki – laki biasa sama seperti laki – laki lainnya.
          Dulu saat kau pikir kita pertama bertemu, namun bagiku itu bukanlah yang pertama memang. Aku pernah melihatmu sebelumnya. Bahkan jauh disaat aku menjadi karyawan disana. Pada pertemuan selanjutnya, aku mengira aku termasuk orang yang beruntung. Bisa melihat orang yang sama dengan waktu yang berbeda. Aku piker ini kebetulan. Tapi ini sangat berkaitan dan banyak hal kebetulan lainnya yang ku rasa.
         Semua terungkap saat aku dan kamu telah  menjadi kami. Menjalin kisah kasih, saling menyayangi satu sama lain. Kini aku tak akan lagi berbelok. Nampak nya aku telah menemukan titik terang dalam jiwaku. Rasa ini yang awalnya biasa, menjadi semakin menggebu – gebu.
         Sekali lagi teruntuk orang yang ku sebut sebagai penerang jiwaku. Andai aku tahu kebenaran ini dari awal. Mungkin kamu dan dia tidak saling mengenal. Mungkin dia tidak mengecewakanmu. Mungkin saat ini aku telah bersamamu. Sedang keindahan Tuhan terdapat padamu. Teruntuk orang yang berkorban apapun untukku. Dan serta merta sabar dengan segala ego ku. Aku meminta maaf untuk mengacuhkan dirimu yang sebenarnya selalu ada untukku.
         Seharusnya aku sadar, di belakangku hanya ada kamu yang mendorongku saat aku terpuruk. Disamping kanan ku hanya ada kamu saat aku bimbang, untuk membangkitkan semangatku. Di sebelah kiri ku selalu ada kamu, yang mendengarkan keluhan – keluhan manja ku. Dan kamu, hanya ada kamu di depan ku, tersenyum lebar padaku seolah berkata,” Aku beruntung memilikimu

                     Anita Indriasari | 08/06/2015

Minggu, 07 Juni 2015

Kepadamu Yang Pernah Menghampiriku

          Entah kenapa angin malam ini begitu menusuk tulang. Yang berhembus seenaknya. Serta waktu terus berputar, seketika bayanganmu tertinggal di belakang. Aku menyaksikan kehadiranmu dan tanpa sadar telah lama kau meninggalkan jejak mu. Kau lah orang yang memulai kisah ini, kau pulalah yang menyudahi kisah ini.Apalagi yang kau cari setelah meremukkan jantung ini? Apalagi yang kau mau setelah membuat hatiku berkeping – keping? Jika kau memang menginginkan ku, mengapa kau menyudahi cerita kita. Mengapa kau marah jika aku bersamanya. Bukankah kita sudah berakhir? Bukankah kau juga sudah ada yang mengisi? Mengapa kau membenciku? Ini lucu,, sangat lucu. Kau yang memutuskan tuk pergi,lalu kenapa kau marah?
          Inilah sebab aku bersamanya, agar aku tahu keadaanmu. Agar aku tahu kau baik – baik saja. Agar aku bisa memandangimu lewat dia. Agar aku bisa tersenyum melihatmu tertawa. Agar aku bisa menatapmu lebih dekat. Tahukah kamu saat aku tidak bersamamu ,aku merasa bisa menemukan orang lain seperti mu. Tahukah kamu ketika aku bertemu dengan mu ada rindu yang menyesakkan dadaku. Tahukah kamu saat ini aku sedang ingin memelukmu. Meraih cita – cita, saling menggenggam erat tangan kita.
           Aku ingat betul saat hari ulang tahun mu bulan November lalu. Aku ingin sekali menjadi  orang pertama yang mengucapkannya di hari special mu. Aku ingin menjadi orang terpenting dalam hidupmu. Menghabiskan waktu berdua, bersama, selamanya. Namun aku sadar, aku siapa. Kaupun menganggapku apa.Aku hanya sebatas cerita duka yang membawamu pada amarah. Aku hanyalah seuntai ranting yang kapan saja bisa rapuh.Aku hanyalah seutas tali yang suatu saat bisa putus. Aku hanyalah.. ah sudahlah.. itu tidak lagi penting bagimu. Ini hanya cerita sedih yang telah berakhir.Ini hanya kisah lampau yang telah di buang jauh serta kenangan yang semestinya dikubur dalam – dalam. Dan segera dilupakan.

               Anita Indriasari | 07/06/2015

Senin, 01 Juni 2015

Awal Yang Baik Belum Tentu Berakhir Baik Pula

      Awalnya aku tidak pernah menyangka akan begini.Aku tidak pernah menduga jika akan berakhir seperti ini.Yang ku tahu dulu aku tidak memandangnya dengan jantung berdebar. Aku tidak pernah tersenyum salah tingkah jika mellihat nya. Ini sungguh jauh di luar kemampuan ku. Kami hanya sebatas rekan kerja yang senang bercerita tentang kisah cinta. Kisahnya dengan orang lain yang kandas. Begitupula aku yang saat itu sedang dekat dengan salah satu teman kampus ku. Kita sering berbagi canda tawa. Seperti sepasang sahabat, yaa sahabat baik. Bahkan sangat baik.
   Kita hanya sebatas rekan kerja yang banyak meluangkan waktu bersama, banyak bertemu satu sama lain. Mulai dari hal kecil yang sering kita lakukan bersama, hingga hal besar seperti layaknya seorang bandit. Banyak perhatian – perhatian khusus baik dariku dan darinya. Banyak kebaikan – kebaikan yang ia lakukan untuk ku hingga aku tidak mampu membalas nya. Suatu ketika aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku. Aku tidak bisa menyebut perasaan itu apa. Yang jelas, sangat menyesakkan dadaku ketika aku tidak berkomunikasi dengannya. Ada sedikit rasa sakit jika ia membagi senyumannya kepada orang lain. Ada sedikit rasa cemburu ketika ia berinteraksi dengan orang lain yang ku tahu orang tersebut menginginkannya.
     Hingga akhirnya aku sadari bahwa aku menaruh rasa kepadanya. Tidak  bisa dipungkiri lagi aku menyukainya. Tapi perasaan ku tidak sepenuh saat ini, ketika itu aku juga mengenal sosok teman kampus yang sama asyik nya. Di sisi lain aku tidak mau menghancurkan persahabatan kami. Aku tidak mau jauh dari sosok sahabat baik seperti dia. Bak bertemu malaikat, dia ibarat bunga mawar tanpa duri. Dia sangat special. Aku sangat mengagumi nya dan ingin menggenggam erat hingga tak ku lepaskan.
      Hari demi hari kita lewati, tiba saat nya teman kampus ku menambah umur. Aku tau dia juga special, aku memberinya kue ulang tahun di hari dia ulang tahun. Dan semenjak itu dia berubah dan menjaga jarak denganku. Aku tidak tahu salah apa yang aku perbuat. Semakin lama- hubugan kami semakin jauh. Aku mencoba mendekatinya, dia berusaha pergi. Kejadian – kejadian yang seharusnya menyenangkan seketika berubah drastis menjadi ironi. Entah dosa apa yang ku perbuat sehingga ia membenciku. Mungkin dulu kita terlalu dekat atau sangat dekat. Hingga kini kita jauh tanpa sempat aku mengatakan selamat tinggal. Semakin aku kejar, dia semakin jauh. Semakin aku tahan, dia semakin berontak.
      Pada suatu ketika, aku tidak tahan dan aku mengatakan bahwa aku menyukainya. Saat itu aku berharap jawabannya “iya”. Namun jauh diluar harapan. Dia malah menyuruhku pergi dari kehidupannya dan tidak ingin aku mengganggunya. Yang jelas dalam obrolan itu ada kata – kata jika ia juga menyukaiku, tapi semuanya telah terlabat. Aku juga tidak mengerti arti dari kata “terlambat” yang ia maksud.
     Ada kelegaan dalam hati, namun dalam diam aku tetap tidak mengerti akan keangkuhannya. Dan dimulai dari hari itu aku selalu mengungkapkan isi hatiku lewat tulisan. Setidaknya aku telah mengungkapkan apa yang telah aku rasakan meskipun tidak ia dengar. Meskipun ia tidak tahu bahwa aku menunggunya. Aku mencoba menuliskan sesuatu tentangnya ketika aku rindu. Aku menulis tentang nya saat aku bosan dan ketika aku terpuruk. Ada sepucuk surat untuk nya yang saat ini telah lepas dari genggamanku:
         “Aku tidak ingin kamu menjadi kami. Aku hanya ingin menjadi tempat curahan dimana akhir dari perjalanan panjang yang telah kau lalui. Aku ingin kamu menjadi sinar bulan pada malam hari yang nampak indah dalam balutan langit gelap. Aku tak ingin memiliki mu.Aku hanya ingin melihat mu tersenyum karena aku. Namun yang ku bisa hanya mengenangmu dari jauh. Serta mendoakan kebahagiaan untuk mu. Bagiku, kau adalah bunga indah yang telah layu. Akan ku tutup sepenggal kisah ku bersamamu. Terima kasih untuk teka – teki yang belum terjawab. Dengan ini aku bisa belajar bahwa tidak semua pertanyaan membutuhkan jawaban.”.

Jumat, 29 Mei 2015

Perubahan

Ada banyak hal yang harus kita pahami di dunia ini. Salah satunya perihal perubahan. Ya, semua pasti akan berubah pada waktunya. Begitu banyak yang awalnya teramat cinta kemudian berubah biasa saja. Atau mungkin malah bertolak belakang, menjadi saling benci. Ada yang awalnya saling memahami kemudian berubah saling egois. Merasa lebih penting dan merasa selalu ingin menang sendiri. Padahal dulu mereka sepakat untuk belajar saling mengerti. Dan hari ini mereka berubah.

Namun harus kita pahami, perubahan tidak terjadi begitu saja. Ada proses yang membawanya ke arah itu. Semisal, nasi tidak akan pernah menjadi nasi jika saja beras tidak pernah ditanak. Proses tanak inilah yang akan menentukan kualitas nasi. Jika tidak tepat takaran, nasi bisa saja menjadi bubur. Atau malah menjadi arang. Gosong.

Begitulah kita. Proses yang membuat kita mengalami perubahan. Jika kita melaluinya dengan baik. Maka kita akan berubah ke arah yang lebih baik. Cinta akan semakin utuh bila dibangun dengan hati yang penuh. Namun bila kau dan aku hanya setengah hati, perlahan-lahan kita akan kehilangan kendali. Lalu sampai pada tahap hanya ingin menang sendiri. Kita akan lupa bahwa kita punya tujuan yang indah di awal rencana. Kita akan menjadi bubur, bukan hanya bubur yang hancur, bisa jadi bubur yang basi. Hubungan yang kita lalui tidak lagi pakai hati namun lebih banyak emosi

Pertemuan Singkat

  Cinta bukan tentang memiliki,tetapi cinta itu tentang kasih sayang. Disaat kamu bisa merelakan orang yang kamu sayangi, disaat itulah kamu telah menunjukkan kasih sayang. Banyak hal diluar sana yang memilih pergi dan mencari orang lain agar dia tidak kecewa setelah yang dikasihi berpaling. Ada juga seseorang yang beranggapan bahwa tidak semua orang benar – benar bersedia memilih, saat ada yang bersedia sepenuh hati padanya. Bersedialah selagi yang tulus masih ada.
     Pertemuan ku bersama nya untuk yang kesekian kalinya, masih tetap membawa suasana dingin. Sama seperti minggu – minggu dan bulan – bulan sebelumnya. Dia masih bersikap sedemikian. Setelah aku memarkir sepeda motorku, aku langsung melangkahkan kaki ku pada satu rumah dimana ada sebuah keluarga kecil yang saling menyayangi. Itu rumah Mas Galih, Pacarku. Aku mendongak ke atas dan terlihat ada adik pertama  nya Mas Galih,bernama Galang dan seorang cowok dengan kaos hitam dan model rambut cepak. Dari belakang terlihat sangat keren. Sepertinya aku mengenal sosok itu. Aku semakin menyadari siapa cowok itu ketika aku sudah duduk di sofanya. Aku menyadari bahwa itu Dio, seorang cowok yang selama ini aku masih berharap dengannya serta notabene saudara dari Mas Galih. Ya.. Dio seperti biasa nya yang membuat semua mata cewek berdecak kagum melihat  penampilannya. (Iyaaa ini sebenarnya berlebihan.. Nanti yang bersangkutan malah Gedhe kepala lagi.. ) 
     Jika dua orang saling menyukai satu sama lain, bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi hadiah yang hebat untuk orang – orang yang bersabar. Sementara menanti, sibukkanlah diri untuk terus menjadi pribadi  yang lebih baik lagi. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar.        
    Setelah aku duduk, aku mengulurkan tanganku pada Dio. Sentuhan tangannya pun masih sama saat kita ngobrol santai di Hutan Kota. Ketika itu aku menceritakan keluh kesahku dan aku menangis di bahu nya. Ingin sekali aku menangis lagi di bahunya. Namun apa daya jika sedang tersandung lara. Perih kisah ini tak akan terobati. Aku menunggunya dan sampai kapanpun akan terus menunggunya. Aku menunggu pintu hati nya terbuka lagi. Kembali pada cerita,, perasaan itu muncul kembali. Dan tiba – tiba aku menjadi sangat salah tingkah mengetahui dia menutup pandangan kearah ku dengan  gadget nya. Tak bisa dipungkiri aku siapa. Dia siapa. Bak pohon petai tumbuh di kotoran sapi. (iuhh.. itu perumpamaan yang tidak sebanding).
     Setelah mas  Galih duduk disampingku, dia semakin tidak ingin melihat kami. Dia mengobrol dengan Galang dan semua terlihat wajar tanpa ada masalah apapun. Tapi jika aku ingat saat aku mengirim pesan BBM yang sedemikian rupa itu rasanya sungguh memalukan jika diingat – ingat. Terkadang aku percaya, Tuhan menggenggam semua doa.Lalu dilepaskanNya satu persatu disaat yang paling tepat. Artinya ada sedikit harapan jika aku ingin bersama Dio.
     Setelah beberapa menit, Mas Galih mengambil sebuah bungkusan kain yang entahlah itu apa. Aku tidak mengerti dan aku hanya menduga itu kain untuk dipakai. (Lagi – lagi aku sok tau hahaa). Dan Dio pun berlalu pergi meninggalkan kami. Lagi pula aku sudah siap berangkat dengan Mas Galih karena aku sudah berjanji untuk mengantarnya ke toko optik.  Semua teman – teman ku menyuruh ku fokus dengan satu hal. Sama seperti kenyataan pahit ini, aku selalu diberi celotehan dan kajian – kajian agar aku setia pada satu hati dan satu cinta. Menurutku, setia itu mudah, yang sulit adalah SALING. :D

Minggu, 24 Mei 2015

Kenanganmu

Kenanganmu terlalu indah untuk dilupakan, namun terlalu sakit untuk dikenang. Bayangan mu masih terlihat dalam pandangan ku. Senyummu masih sama seperti awal kita bertemu. Tawa mu juga masih terngiang dalam telingaku. Setiap langkah ku masih terukir indah kenangan mu. Jika saja waktu itu aku tidak memilih pergi darimu, andai saja aku tidak membencimu untuk melupakan mu, mungkin saja aku sudah bersama mu. Menggenggam erat tangan mu dan berjalan bersamamu. Menuju kebahagian kita, bukan kebahagiaan masing – masing.

  Kini hanya tinggal kenangan masa lalu yang sulit untuk di ulang. Bahkan untuk bertemu denganmu saja itu rasanya tidak mungkin. Aku menyesal pada akhir kisah ini. Untuk mengucapkan “hai” saja aku rasa mustahil. Ingin ku ulang semua dan ku putar waktu. Itu tidak mungkin. Sungguh tidak mungkin. Aku menyadari salah ku sejak awal. Aku akui sekarang bukan saatnya berjalan mundur dan tetap mengingat mu. Kini saatnya berjalan maju karena aku sudah menuai apa yang telah aku tanam dulu.

    Aku mungkin bisa menganggap semua tidak pernah terjadi. Aku sanggup jika harus berpura-pura mencintai seseorang yang telah aku pilih menjadi matahariku. Namun bayang mu tetap terkenang dan abadi dalam hatiku. Meskipun kita tidak saling sapa untuk saat ini,aku berharap esok entah kapan itu kita bisa berbahagia dalam satu waktu meskipun bukan kita berdua yang membuat kebahgiaan itu terjadi. Sebab kebahagiaan ini bukan hanya kita yang mencarinya,namun orang lain juga berhak bahagia terutama untuk orang di sisi kita.

    Hancur sudah segala hubungan yang telah kita bina. Lebur semua kisah silam masa lalu kita. Hanya ada perih dan puing – puing kesedihan diantara remukan jantung ini. Dalam sisi ini aku bersedih, namun di sisi lain aku harus menjadi cahaya bagi orang yang telah mengasihi ku setulusnya. Sungguh sulit menjadi dua pribadi dengan penuh kepalsuan cinta. Terlebih lagi jika orang yang menyayangi kita dengan tulus dan penuh tanggung jawabnya sangat menginginkan kita bahagia bersamanya. Sekali lagi ini soal kenyamanan. Bukan soal materi atau soal martabat yang dengan mudah bisa lenyap.

SEPATU

       Perasaan yang kita punya adalah sama, hanya saja diam lebih baik daripada diungkapkan. Selama ini yang kita jalani hanyalah seperti seorang yang kesepian dan mencoba menghibur dirinya. Kita sama-sama ingin bersatu. Namun kita hanya bisa yakin pada suatu saat nanti, kita akan di pertemukan kembali. Karena perpisahan bukanlah akhir dari pertemuan, melainkan adalah nasihat agar kita akhrab saat kita bertemu kembali.
         Aku tau kau mencoba acuh untuk semua rasa yang kau simpan. Hingga tiba saat nya kau pun mengerti kenapa aku lebih memilih tertutup saat dengan mu. Aku tak menyangka sekarang hal ini menjadi lebih sulit dari apa yang ada di pikiran ku. Aku telah menghapus bayangan mu dari hatiku, dari lubuk hatiku yang paling dalam. Aku berusaha mengubah nama mu menjadi namanya. Aku mencoba melupakan kejadian masa lalu yang belum berujung. Aku mencoba tidak mengungkapkan apa yang seharusnya aku ungkapkan. Aku memilih diam. Aku memilih acuh dengan risiko kau dan aku yang terluka. Setidaknya aku masih menghargainya sebagai saudara mu dan sebagai pacarku.
        Apa yang aku lakukan salah? Apakah aku membuat hatimu semakin sakit? Apa aku memang tak pantas memiliki kebahagiaan bersamamu? Apa lagi yang kau tunggu saat semua kesulitan ini hampir berakhir? Aku ingin mengakhiri ini semua. Aku bungkam hati dan mati rasa. Aku tak ingin mempersingkat hubungan ini, aku tidak mau hubungan ini berlalu begitu saja. Semua yang telah aku lakukan tidak ternilai di mata mu.  Mungkin ada benar nya jika memang dari awal kita tidak usah memendam rasa dan tidak perlu mengungkapkan isi hati kita masing – masing. Jika akhir dari kenyataan ini sungguh menyedihkan. Aku mencoba tak mau tau tentang ini, tapi bagaimana pun aku sudah terlibat. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus kita yang menjalani nya. Aku tidak tahu sampai kapan akan terus begini. Bagiku melihat mu saja sudah cukup mengobati rasa ku pada mu. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Ketika doa – doa yang kita panjatkan belum juga terdengar oleh-Nya.
       Ketika aku mulai mengerti arti nya mencintai. Ketika aku mulai paham tentang segala rasa iba yang menurutnya sama dengan cinta. Rasa terimakasih yang menurutnya sama dengan sayang. Aku tidak ingin menyalahkan mu atas hal ini. Aku yang memulai nya, dan harus aku juga yang harus mengakhirinya.  Ini sudah terlambat jika ingin memperbaiki semua nya. Kau telah memilih mundur dan melupakan ku. Begitupula aku yang memilih fokus pada saudara mu hanya untuk mengubur dalam – dalam kenangan mu. Aku takut tidak bisa bertemu kembali dengan mu. Meskipun demikian, jalan ku tetap kukuh dengan apa adanya diriku.
       Aku hanya bisa berharap kelak kau menemukan cinta sejati mu. Yang mampu memberikan kasih sayang tulus kepada mu, bukan semata – mata hanya melihat mu dari segi atasnya saja. Aku berterimakasih atas segala rasa yang kau beri, segala kasih dan doa mu meski kau utarakan dalam diam. Terimakasih telah mengajarkan ku arti cinta yang sesungguhnya, arti perjuangan yang sesungguhnya. Serta arti pengorbanan yang mulia. Aku mencintaimu dalam diam hingga aku dan kau menjadi kita.

Minggu, 17 Mei 2015

Terhitung Dari Hari Ini 

     Hidup terus berjalan beriringan dengan waktu yang seringkali menghadirkan ingatan. Banyak hal yang sudah berusaha dilupakan pun pada akhirnya bisa saja kembali dating, membongkar  kembali luka – luka yang telah using. Semua yang pernah dibuang jauh seolah terlempar menjadi sangat dekat. Aku yang berjalan jauh dan tak berdaya, seolah masih ada yang terasa. Sesuatu yang tersimpan di dada, tenggelam dalam hal-hal yang berbentuk luka.
       Aku tidak ingin kau menduga aku memendam dendam. Aku tak mau kau mengira aku masih menyimpan sayang. Tidak ada sama sekali. Sejak kau memilih pergi dan menyakiti, hatiku bersumpah untuk mati dan tak ingin kau sakiti. Aku telah membuang mu jauh – jauh dari ingatanku. Sebab mengenangmu hanya menjenuhkan kehangatan hariku. Tidak ada gunanya mengenang seseorang yang tak ingin pulang. Seseorang yang memilih mati pada jalan lain. Kamu membuat semua yang menjadi harapan, hanya tersisa dalam pedihnya ingatan. Semua keputusan pahit itu lahir atas pintamu. Semua jalan berderai air mata semata kehendakmu pada semesta. Aku yang tertinggal tak pernah kau beri kesempatan untuk mengatur tanggal kapan semua akan kembali. Kau memilih membakar semua hari. Menjadikan kisah kita hanya kasih yang mati.
      Lama aku mencoba membuat semua menjadi lebih baik. Aku ingin kau berkata kita akan hidup lagi. Tapi kenyataannya tidak semanis harap, yang aku dapat hanya pahit yang mendekap. Kau tetap saja betah menjadi dirimu yang tak peduli. Hingga suatu ketika, lelahku tiba juga. Sejak hari ini aku memilih menganggapmu tak pernah ada. Aku tak memendam dendam. Aku sudah memaafkanmu jauh hari dengan syarat kau tidak pernah kembali. Sebab, maaf mungkin bisa menghilangkan segala luka, namun tak bisa mengembalikan semua seperti semula.

Jumat, 15 Mei 2015

Akhirnya

  Pada akhirnya, kamu hanya perlu mensyukuri apapun yang kamu miliki hari ini. Walau yang kau tunggu tak pernah datang. Walaupun yang kau perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang kau lakukan. Nikmati saja. Kelak, dia yang kau cintai akan tahu, betapa kerasnya kau memperjuangkannya. Betapa dalamnya rasa yang kau simpan padanya. Dia hanya pura-pura tidak tahu, atau mungkin tidak mau tahu sama sekali. Tidak usah hiraukan Jika sampai hari ini kau masih memperjuangkannya, dan masih menunggunya, tidak masalah. Tidak ada salahnya memperjuangkan cinta yang kau rasa. Tapi satu hal yang mungkin bisa kau renungkan. Menunggu ada batasnya. Dan kau akan tahu kapan harus berhenti dan mulai berjalan lagi. Meninggalkan tempat dimana kamu pernah berjuang sepenuh hati, tapi tak dihargai.
    Benci? Tidak. Aku sayang dia. Menjauh pun rasanya tak sanggup. Tapi aku tau, makin lama, makin cinta, makin mendalam, makin menyakitkan… Sedih? Tentu. Aku tidak bisa mengobrol lagi dengannya, tak bisa bertemu dia lagi… Lega? Iya. Mengapa jarak itu penting saat aku tau bukan aku yang dia mau. Memutuskan pergi saat sudah sejauh ini ya berat, tapi harus.
   Terkadang aku merasa bahwa apa yang aku lakukan tidak pernah dihargai,dan tak pernah di anggap ada. Aku tidak mau dia tahu bahwa aku masih menunggunya, yah ini lah cinta, semakin disembunyikan semakin terluka.Andai saja ia sadar, aku selalu ada disampingnya dan masih berharap pada nya. Aku masih menunggunya, hingga aku putuskan menggenggam tangan orang lain dan yang ku jadikan sebagai pelarian ku. Meskipun pelarian ku adalah sosok yang lebih baik dari dirinya, entah mengapa aku lebih memilih yang pertama itu. Padahal yang pertama tak kunjung tiba dengan segala keangkuhannya. Entahlah, yang terbaik dan pernah tersingkirkan. Yaa.. setidaknya aku masih bisa melihatnya, walau dari jauh. 

Minggu, 26 April 2015

PEDIH (part 3)

 Kata orang, kebersamaan itu indah. Namun sampai detik ini aku belum pernah merasakan kebahagiaan di tengah – tengah keluarga ku. Mungkin aku terlalu memandang ke atas, aku tidak tahu cara bersyukur dengan status keluarga yang entah apalah ini namanya, yang jelas aku ingin berada di barisan orang yang berbahagia dengan keluarga. Yah.. Ini bukan mimpi yang setelah bangun hanya bisa menghela nafas dalam – dalam. Aku ingin bangkit dari keterpurukan ini. Namun apa daya, aku hanya insan yang mencoba tak mau tahu tentang kisah kelam ini.  Berbulan – bulan aku mencoba bangkit, aku mencoba suatu kesenangan. Aku berlari dari kenyataan ini, aku mencari sosok jati diri ku, aku tidak kuat lagi dengan ini Allah. Jika bisa aku melupakan nya sejenak, aku akan …Yah.. sekarang aku hanya bisa percaya bahwa Allah itu maha mengetahui. Saat ini Allah sedang  mengujiku. Aku percaya bahwa kaktus akan berbunga indah pada waktu nya.  Berbulan – bulan aku pun mengerti arti kehidupan yang sebenarnya, aku mencoba tak ingin percaya pada semua orang baik. Aku tak ingin serius pada suatu hubungan dengan orang lain. Ayu, gadis kecil manja yang pantang menyerah akan keras nya kehidupan,sedang bersama ku. Menatap langit biru dengan senangnya. Aku harus belajar banyak dari nya, meskipun dari kecil ia dibesarkan dari tangan seorang nenek, ia sanggup bertahan dalam kondisi apapun. Meskipun nenek nya telah meninggal dan ia duduk bersama ku, aku tetap ingin memandangi nya sebagai sosok gadis yang masih kecil dan tak seharus nya tahu tentang keras nya kehidupan. Apalagi di usia nya yang beranjak dewasa, dia gadis desa yang masih lugu. Hari – hari ku penuh dengan candaan dengan adik angkat ku itu. Mami Ifa, belum juga di nikah oleh ayahkku. Namun ia telah yakin bahwa ayahku adalah sosok yang teoat bagi Mami Ifa. Namun lagi - lagi kegagalan rumah tangga yang di alami ayahku. Mami Ifa mengetahui hubungan ayahku dengan wanita lain. Bunda Ika, seorang wanita janda darah Madura yang bekerja sebagai PRT di sebuah yayasan daerah Malang. Ia adalah sosok wanita tegas, berpendidikan, dan sangat disiplin. Mungkin dengan ketegasannya aku kurang cocok. Saat Bunda Ika ke rumah ku, aku merasa berada di dalam asrama. Bangun pagi pukul 04.00 menjadi rutinitas baruku. Aku selalu di suruh pergi ke pasar dengan waktu yang terlalu pagi. Namun aku ak pernah mengelak, karena aku tahu bahwa yang dilakukannya adalah benar dan untuk kebaikan ku kelak. Setelah berhari- hari aku jalani semakin tidak kuat aku. Ia terlalu disiplin. Kesedihan ku bertambah ketika  Hari Raya Idhul Fitri tahun 2014, Mami Ifa memilih untuk mengontrak rumah di desa Beji. Aku ikut membantu nya packing dan mengantarnya kesana. Ketika itu aku ingat pula yang di alami Mami Ifa sebelum ia meninggalkan rumahku. Ia sempat menangis tersedu, tangisan seorang wanita yang ku dengar kedua kalinya. Aku sangat menyesal, aku tidak tahan lagi. Aku ingin menjerit. Yang seharusnya menjadi acara keluarga yang membahagiakan. Tapi malah menjadi tangis sendu dalam suatu rumah. Aku ingat betul, ketika tetangga bersilaturahmi ke rumah ku aku justru menangis mendengar ayah ku dan Mami Ifa berteriak keras karena percekcokan itu.

Sabtu, 25 April 2015

Rosario dan Tasbih

  Berawal dari pertemuan yang tidak terduga. Cerita dari kota wisata batu, yang terkenal dengan Kota Wisata. Sebut saja Anita, seorang mahasiswi menempuh S1 di Universitas Negeri di Malang, yang berkerja sebagai karyawan parttimer di Jawa Timur Park 2. Kesibukannya sehari – hari membuat gadis berusia 20 tahun ini hampir tidak pernah merasakan indahnya Kota Wisata Batu. Pada hari biasa waktunya dihabiskan dengan kuliah dan menjadi seorang tutor. Sedangkan saat liburan, waktu nya ia gunakan untuk bekerja paruh waktu.
Sabtu pagi ini Anita bersiap untuk rutinitas pekerjaannya. Ia memakan mie yang belum selesai ia santap dan lekas berangkat degan sepeda motor nya. Di jalan pagi itu ia tampak bersemangat sekali, ia tidak sabar menyapa para pekerja keras di Jawa Timur Park 2. Sesampainya di sana ia selalu ceria dengan mengucapkan,
 “Selamat Pagi…..” kata Anita sedang bersemangat.
Dengan serempak teman – temannya menjawab,”Selamat pagi juga Anita…… hmmm,, selalu tampak ceria ya hari ini”
“Pasti lah.. Sudah saat nya melayani para pengunjung asing di tempat ini…” jawab Anita dengan tertawa.
 Anita adalah seorang gadis yang humoris, pekerja keras, dan pantang menyerah. Ia berharap suatu saat ia akan membahagiakan orang tua nya dan membuat orang tua nya bangga. Saat ia menata boneka di tempat kerjanya, ia melihat sosok lelaki yang cukup menarik perhatiannya. Pemuda yang dilihat nya itu bermain di arena tersebut dan ia berhasil mendapatkan hadiah boneka. Kemudian ia berkenalan dengan Anita. Pemuda itu meminta pin BBM nya Anita. Sepertinya Anita ragu, namun dipikir – pikir tidak ada salah nya berkenalan dengan seorang pengunjung dari Surabaya itu.
  Sehari setelahnya, saat Anita melihat handphone nya yang ber merk Samsung Galaxy Fit yang tidak ada kerusakan dan masih mulus, serta lengkap ada dosbook nya, kira – kira laku berapa ya??? Hehehehee… just kidding…
  Ternyata pemuda itu meng-invite Anita, dengan perasaan senang campur aduk penasaran, Anita menerima permintaan pertemanannya melalui BBM. Setelah lama berbincang melalui BBM, SMS, dan telpon. Pemuda yang bernama Samuel itu merasa ada sesuatu yang mnegganjal di dalam hati nya. Beberapa bulan setelah perkenalan itu, Anita merasa ada kecocokan antara Samuel dengannya. Entah apa yang sedang di pikirannya, namun ia merasakan kenyamanan ketika berkomunikasi dengan Samuel yang notabene asisten pengacara itu. Ia bernama Samuel karena dia seorang nasrani. Ia tetap kukuh pada pendiriannya ketika Anita mengajak nya pindah agama menjadi Islam. Itulah cinta, tidak mengenal perbedaan agama. Tidak mengenal jarak dan waktu. Meskipun cinta mereka sudah jelas bertentangan dengan adat dan norma hidup, mereka tetap menjalin kisah cinta romantic. Meskipun hanya sebatas teman saja.
  Hingga pada akhirnya, Samuel bertugas di kota Malang. Ia akan mneghadiri acara Pengajaran Mempelai Alkitabiah di sebuah gereja didaerah Malang. Kesempatan itu digunakan oleh Samuel untuk bertemu dengan seorang yang sudah mencuri hati nya. Pertemuan kedua kalinya setelah menahan rindu selama berbulan – bulan, pertemuan yang selama ini dinanti oleh keduanya. Sungguh mendebarkan ketika nama Anita dipanggil Samuel dan mereka berbincang di warung dekat gereja itu. Senang sekali telah bertemu dengannya, bak bunga mawar yang merekah saat musim semi.
  Malam itu hujan mengguyur kota Malang dan akhirnya Anita harus ikut untuk masuk ke gereja tersebut. Samuel menggandeng tangan nya sambil berharap, “Tuhan, wanita ini yang aku mau. Akan aku kenalkan kepada orang tua ku, bahwa inilah istriku kelak”.
  Anita masuk ke dalam gereja dan gugup serta takut Allah akan melaknat nya karena hal ini. Namun niat Anita hanya ingin tahu bagaimana prosesi acara di gereja tersebut, bukan ingin masuk Kristen. Ia melihat orang – orang nasrani di sekitarnya, semua orang menulis catatan nya, dan Anita mengeluarkan buku yang Statistika yang tadi siang ada mata kuliah itu. Anita merasa ingin pulang saja, banyak orang asing disitu dan mereka sudah mengerti bagaimana tata cara berdoa. Anita mengikuti apapun yang orang- orang disana lakukan. Ketika semua orang berdiri dan berjalan ke depan, Anita tidak mengerti apa yang orang tersebut lakukan dan satu per satu orang itu memberikan uang yang mereka bawa pada sekotak kaca seperti kotak amal jika dalam Islam. Itu pertama kali dialami oleh Anita. Selama ini ia hanya tahu tata cara masuk masjid, bukan masuk gereja.
  Ketika sujud berdoa ia melihat pemuda di sebelah kirinya sedang menundukkan kepala, serta mengepalkan kedua tangannya. Anita terus mengamati pemuda ini. Anita berpikir,akankah pemuda ini yang paling baik diantara lelaki baik yang mendekatinya. Ataukah memang Allah mempertemukannya dengan Samuel karena hanya sebatas teman baru. Entahlah, ini masih rahasia Allah. Yang jelas, pemuda ini sangat kusyu’ dalam berdoa. Tidak tahu apa yang sedang dibicarakannya dengan Tuhan dalam hati. Anita hanya bisa memandanginya saja.
  Waktu begitu begulir sangat cepat, apalagi ketika bersama orang yang di cintai. Perbedaan dalam cinta, harus di arungi bersama. Harus di takhlukkan bersama. Entah jodoh atau bukan, yang pertama adalah dia yang selalu berjuang bersama. Tidask harus saling memiliki, namun saling mengasihi. Tidak harus sama, tapi saling melengkapi. Pertemuan di gereja itu begitu mengesankan, begitu menggembirakan. Mengapa tuhan mempertemukan, jika agama yang memisahkan???

Sabtu, 14 Februari 2015

Terima Kasih Masa Lalu

aku ingat beberapa bulan lalu saat kita  bersama. aku mjd wanita bhgia brsm mu.aq mjd wnita sempurna memilikimu. aq mjd wnita beruntung punya km. iya itu dulu.. smnjak air mt ini terus bercucurn, smnjk luka demi luka kau tancapkan. smnjk hrpan demi hrapan kau patahkn.aq mngenangmu. dn tertulis dr hari ini, km tetep jd yg trindah. tp cara mu mnyakitiku sungguh sempurna. :') mskipun duri yg kau beri msih terasa.mskipun bilah ini msh trtancp.aq sll brdoa utk kbhgiaanmu..smg wanita yg kau pilih adl karunia Tuhan yg bkn skedar mmpir.tp akn mnmanimu hngga ujung wktu mu. aku punya masa dpn utk ku jaga dn q bhgiakn. org yg saat ini jg mmprthnkn ku. ;) org yg saat ini mngisi kekosonga ku. org yg sabar mnghadapi sikapku. org yg sll mengharapkan kabar ku ktika aq tb2 menghilang. org yang tanpa lelah mengingatkan ku utk menjadi pribadi baik.