Siapa
yang bilang penyesalan datang di awal? Yang ada ya di belakang. Kalau sudah
menyesal dan apa saja yang bisa diperbuat? Tidak ada. Dahulu seperti di sia –
sia kan, sekarang saat telah pergi, bahkan pergi sejauh mungkin. Siapa yang
menyuruh menyia – nyia kannya. Karena hukum alam itu pasti ada. Jika kamu
meninggalkan orang yang kamu sayangi demi orang yang kamu suka, maka orang yang
kamu suka itu akan meninggalkan kamu demi orang yang dia sayang. Mungkin saja
saat ini keberuntungan berpihak padamu. Tapi nanti, ketika mereka sudah tidak
membutuhkan mu lagi, ketika mereka tidak tetarik lagi padamu, ketika semua yang
kau punya telah tidak ada. Kemana kamu akan melabuhkan hatimu. Kemana arah dan penopang pundak mu selama ini?
Kamu
meninggalkan ku, kamu berjalan lurus ke depan tanpa menoleh padaku. Yang saat
itu aku sudah menunggu mu lama. Ketika aku melihat mu dari jauh, aku berharap
semakin dekat dengan mu. Namun kelamaan, jarakmu tak lagi samar. Tiba saat nya
kau meraih tangan ku dan mengajak ku untuk bangkit. Tapi setelah satu langkah
tepat di depan ku,kamu hanya menoleh ku tanpa tersenyum dan tanpa seucap kata
pun. Dan kamu berlalu..
Lama
tak ku dengar tentang mu. Tiba – tiba kamu dating dan dengan senyum lebar
berkata “mari kita bersama”. Apa kamu lupa,kamu pernah mengacuhkan ku. Apa kamu
lupa siapa yang berharap dahulu sebelum di acuhkan? Apa kamu lupa dengan
seluruh pandangan keyakinan mu pada ku dulu? Sekarang kamu berkata menyesal?
Sudah pasti itu. Sudah waktu nya roda berputar arah. Keberuntungan tidak lagi
berpihak padamu. Begitupula orang – orang yang senang dengan mu dulu.
Aku
bukan bermaksud mengacuhkan mu. Bukan pula untuk membalas dendam. Tapi ada masa
nya, yang dahulu di acuhkan akan menjadi yang diharapkan. Bagimu , aku
diacuhkan. Tapi bagi orang lain, aku adalah harapannya. Aku yang sia – sia
menunggu mu,dengan segala kesabaran ku. Seperti kau yang aku temani untuk
mendaki gunung, aku yang menyemangati mu untuk sampai ke atas. Hingga sampai
kau di atas gunung sana, itu adalah pilihan mu. Ingin tetap bersama ku dan
membangun kebahagiaan bersama. Ataukah ingin meninggalkan ku begitu saja dan
pergi dengan orang di atas dan mencari kebahagiaan lain.
Setiap
orang berhak untuk memilih. Termasuk kamu dan aku yang tidak akan menjadi kita
dengan keegoisan mu. Terserah saja dengan siapa kamu akan mengungkapkan rahasia
cinta. Bagi ku kau lah orang yang tepat untukku, entahlah jika kamu tetap
angkuh dengan pilihan mu yang sembarang itu. Aku tidak tahu jika pilihan mu ada
di dia, serta kebahagiaan mu dengan dia, bukan aku.
Anita Indriasari |
12/07/2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar