Pada akhirnya, kamu hanya perlu mensyukuri apapun yang kamu miliki hari ini. Walau yang kau tunggu tak pernah datang. Walaupun yang kau perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang kau lakukan. Nikmati saja. Kelak, dia yang kau cintai akan tahu, betapa kerasnya kau memperjuangkannya. Betapa dalamnya rasa yang kau simpan padanya. Dia hanya pura-pura tidak tahu, atau mungkin tidak mau tahu sama sekali. Tidak usah hiraukan Jika sampai hari ini kau masih memperjuangkannya, dan masih menunggunya, tidak masalah. Tidak ada salahnya memperjuangkan cinta yang kau rasa. Tapi satu hal yang mungkin bisa kau renungkan. Menunggu ada batasnya. Dan kau akan tahu kapan harus berhenti dan mulai berjalan lagi. Meninggalkan tempat dimana kamu pernah berjuang sepenuh hati, tapi tak dihargai.
Benci? Tidak. Aku sayang dia. Menjauh pun rasanya tak sanggup. Tapi aku tau, makin lama, makin cinta, makin mendalam, makin menyakitkan… Sedih? Tentu. Aku tidak bisa mengobrol lagi dengannya, tak bisa bertemu dia lagi… Lega? Iya. Mengapa jarak itu penting saat aku tau bukan aku yang dia mau. Memutuskan pergi saat sudah sejauh ini ya berat, tapi harus.
Terkadang aku merasa bahwa apa yang aku lakukan tidak pernah dihargai,dan tak pernah di anggap ada. Aku tidak mau dia tahu bahwa aku masih menunggunya, yah ini lah cinta, semakin disembunyikan semakin terluka.Andai saja ia sadar, aku selalu ada disampingnya dan masih berharap pada nya. Aku masih menunggunya, hingga aku putuskan menggenggam tangan orang lain dan yang ku jadikan sebagai pelarian ku. Meskipun pelarian ku adalah sosok yang lebih baik dari dirinya, entah mengapa aku lebih memilih yang pertama itu. Padahal yang pertama tak kunjung tiba dengan segala keangkuhannya. Entahlah, yang terbaik dan pernah tersingkirkan. Yaa.. setidaknya aku masih bisa melihatnya, walau dari jauh.
Benci? Tidak. Aku sayang dia. Menjauh pun rasanya tak sanggup. Tapi aku tau, makin lama, makin cinta, makin mendalam, makin menyakitkan… Sedih? Tentu. Aku tidak bisa mengobrol lagi dengannya, tak bisa bertemu dia lagi… Lega? Iya. Mengapa jarak itu penting saat aku tau bukan aku yang dia mau. Memutuskan pergi saat sudah sejauh ini ya berat, tapi harus.
Terkadang aku merasa bahwa apa yang aku lakukan tidak pernah dihargai,dan tak pernah di anggap ada. Aku tidak mau dia tahu bahwa aku masih menunggunya, yah ini lah cinta, semakin disembunyikan semakin terluka.Andai saja ia sadar, aku selalu ada disampingnya dan masih berharap pada nya. Aku masih menunggunya, hingga aku putuskan menggenggam tangan orang lain dan yang ku jadikan sebagai pelarian ku. Meskipun pelarian ku adalah sosok yang lebih baik dari dirinya, entah mengapa aku lebih memilih yang pertama itu. Padahal yang pertama tak kunjung tiba dengan segala keangkuhannya. Entahlah, yang terbaik dan pernah tersingkirkan. Yaa.. setidaknya aku masih bisa melihatnya, walau dari jauh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar