Entah kenapa angin malam ini begitu menusuk tulang. Yang berhembus seenaknya. Serta waktu terus berputar, seketika bayanganmu tertinggal di belakang. Aku menyaksikan kehadiranmu dan tanpa sadar telah lama kau meninggalkan jejak mu. Kau lah orang yang memulai kisah ini, kau pulalah yang menyudahi kisah ini.Apalagi yang kau cari setelah meremukkan jantung ini? Apalagi yang kau mau setelah membuat hatiku berkeping – keping? Jika kau memang menginginkan ku, mengapa kau menyudahi cerita kita. Mengapa kau marah jika aku bersamanya. Bukankah kita sudah berakhir? Bukankah kau juga sudah ada yang mengisi? Mengapa kau membenciku? Ini lucu,, sangat lucu. Kau yang memutuskan tuk pergi,lalu kenapa kau marah?
Inilah sebab aku bersamanya, agar aku tahu keadaanmu. Agar aku tahu kau baik – baik saja. Agar aku bisa memandangimu lewat dia. Agar aku bisa tersenyum melihatmu tertawa. Agar aku bisa menatapmu lebih dekat. Tahukah kamu saat aku tidak bersamamu ,aku merasa bisa menemukan orang lain seperti mu. Tahukah kamu ketika aku bertemu dengan mu ada rindu yang menyesakkan dadaku. Tahukah kamu saat ini aku sedang ingin memelukmu. Meraih cita – cita, saling menggenggam erat tangan kita.
Aku ingat betul saat hari ulang tahun mu bulan November lalu. Aku ingin sekali menjadi orang pertama yang mengucapkannya di hari special mu. Aku ingin menjadi orang terpenting dalam hidupmu. Menghabiskan waktu berdua, bersama, selamanya. Namun aku sadar, aku siapa. Kaupun menganggapku apa.Aku hanya sebatas cerita duka yang membawamu pada amarah. Aku hanyalah seuntai ranting yang kapan saja bisa rapuh.Aku hanyalah seutas tali yang suatu saat bisa putus. Aku hanyalah.. ah sudahlah.. itu tidak lagi penting bagimu. Ini hanya cerita sedih yang telah berakhir.Ini hanya kisah lampau yang telah di buang jauh serta kenangan yang semestinya dikubur dalam – dalam. Dan segera dilupakan.
Anita Indriasari | 07/06/2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar