Sabtu, 13 Juni 2015

Rasa Yang Muncul Sendirinya

         Aku telah melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Mungkin awalnya sulit, namun lama – kelamaan akan terbiasa dan menyenangkan. Aku telah menjalani apa yang aku pilih. Aku sudah mencoba dan berusaha sekerasnya untuk membuka hatiku pada saudaranya. Dan akhirnya, rasa itu muncul tiba – tiba. Rasa yang begitu kuat. Rasa untuk tidak ingin kehilangannya. Rasa cemburu jika ia dihubungi mantannya. Rasa rindu jika tidak bertemu. Rasa sayang yang sama tulus nya jika ia jauh. Rasa penasaran saat ia tidak ada di sisiku.Itu semua yang ku rasakan telah muncul begitu saja. Sekali lagi itu tidak mengganggu pikiranku. Tidak sekalipun terlintas dalam otakku bahwa aku akan bersama nya dan merayakan ulang tahun mama nya. Bahkan aku sangat dekat dengan keluarga nya ataupun teman - temannya. Aku tidak pernah berfikir aku akan menjalani hubungan yang serius dengan nya. Apalagi sampai berkenalan dengan keluarganya.
       Mungkin memang benar kata orang jawa,”witing tresno jalaran saka kulina”. Dulu aku berfikir akan menyudahi kisah ini. Namun Tuhan berkata lain, hingga saat ini aku merasa kurang saat ia jauh dari sisi ku. Aku ingin mencintainya seperti dia mencintai ku. Aku ingin menyayangi nya sama seperti dia mencintaiku. Aku ingin tulus seperti dia yang selalu begitu dengan ku. Dia berkharisma, dia hangat, dia ramah, dia baik hati. Aku tidak ingin mengecewakannya. Aku tidak ingin membuat dia sakit hati. Seiring bertambah nya usia. Aku mulai menjalani hubungan berat. Tapi hanya dia lah yang aku inginkan.
        Rasa sayang itu muncul tiba – tiba. Tidak bisa di pungkiri lagi. Aku menjalani dengan sepantasnya. Aku memilih jalanku seperti ini dan menggandeng tangannya. Aku bersikeras untuk berkorban untuknya. Bukan pengorbanan kecil, ini perihal makan makanan pedas nya karena dia akan sakit jika makan itu meskipun aku juga tidak suka makan pedas. Ini juga bukan perihal dia berjanji akan menjadi lelaki yang bertanggung jawab. Dia akan menyayangi ku sepenuh hatinya.
          Aku menyayangi nya melebihi apapun. Aku tidak ingin kehilangannya. Dia sangat berarti. Dia sangat special. Topiknya sekarang, kita harus belajar memahami tentang kita. Hubungn kita yang terlanjur seperti ini. Namun keterlanjuran ini membahagiakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar