Melihat mu bersama orang lain di depanku memang kenyataan
pahit, apalagi dengan senyuman manja mu yang pernah untukku. Dengan semua hal
yang pernah kau berikan padaku. Aku bisa merasakan kebahagiaan orang itu, sama
bahagia nya dengan ku dulu. Atau mungkin dia lebih bahagia, entahlah. Aku rasa
seperti itulah aku dulu. Sangat dulu sekali saat aku membalas senyuman mu
dengan tatapan mata penuh ketulusan.
Dengan cerita lalu aku berusaha bangkit, karena sekarang
labuhan mu bukan lagi aku. Karena yang mengingatkanmu berbuat baik, bukanlah
aku. Karena yang selalu mendampingi mu sekarang bukanlah aku. Karena yang
selalu mendengarkan ceritamu sehabis beraktivitas bukan lagi aku.
Pada akhirnya semua yang datang juga akan pergi. Karena
semua yang ada di awal akan menjadi akhir. Semua yang indah tidak selamanya
akan indah, Begitupun sebaliknya, tidak semua yang buruk tidak akan selamanya
buruk. Ada pelangi setelah hujan, ada kebahagiaan setelah kesedihan. Ada
kebaikan setelah keburukan. Cinta memang sebercanda itu.
Kisah ini tidak terduga, bahkan akupun tidak pernah
membayangkannya akan menjadi seperti ini. Kita hanya menunggu, ada orang lain
yang akan masuk dalam hati kita. Dan saat nya menghargai orang itu semampu
kita. Harus tahu bahwa semua orang akan berubah. Bukan karena orang lain, tapi
memang hukum alam. Semua rahasia Tuhan yang penuh teka – teki. Dan kemudian
hanya menunggu seseorang datang kepada kita serta mengikuti kata “Love us just the way we are”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar