Selasa, 06 Februari 2018

Figuran

Jodoh itu tidak akan tertukar, jodoh juga harus dikejar, jodoh mungkin sudah ada yang mengatur. Yaitu Allah. Lalu bagaimana jika Ibu tiri ku ikut mengatur jodohku. Itu lebih terdengar kejam. Entah apa yang ada dipikiran ibuku kala itu. Aku tidak ingin mereka kecewa. Aku ingin membahagiakan mereka. Aku paham orang tua ingin anaknya bahagia. Tapi tidak dengan cara menjodohkan secara paksa. Aku tidak ingin di jodoh-jodohkan. Perasaan ku menjadi berantakan saat ibuku mengenalkan ku dengan seorang laki - laki usia 40 tahun. Di mata ibuku laki-lqki itu berkarir dan penuh tanggung jawab serta mapan dari segi materi dan ibadah nya juga. Kalau hati enggan, apa yang harus ku lakukan. Aku benar-benar bingung. Hatiku kacau, carut maut, ingin berlari, ingin pergi, aku terdiam membisu. 
Laki-laki itu bernama Mas Z,  tetangga dari ibu tiriku. Ibu ku sangat ingin menjadikan Mas X sebagai menantunya. Bahkan untuk anak nya yang pertama, Mas Z sudah dipilih oleh ibuku. Tapi anak pertamanya tidak menyukai. Entahlah. Hubungan ku dengan pacarku kala itu juga banyak perdebatan. Ada saja masalah, hal kecil yang tidak perlu aku permasalahkan entah kenapa makin menjadi. Aku mengatakan pada pacarku untuk memilih menerima perjodohan itu. Aku hanya menjalani saja dengan nya selama kurang lebih satu bulan. Dan itu juga bukan waktu yang lama. Aku tak perlu waktu lama untuk mengerti bagaimana karakter seseorang. Apakah mungkin aku terlalu banyak menghadapi banyak orang dan aku bisa menebak karakter orang-orang itu. Anggap saja iya. 
Satu bulan juga aku ingin mengenal bagaimana orang pilihan ibuku ini. Sudah banyak yang ia korbankan dalam bentuk materi kepadaku. Bodohnya aku tergoda dengan semuanya yg terlihat semu. Satu bulan aku jalani. Sudah ku tebak apa maunya, saat itu aku benar-benar muak. Aku bingung bagaimana menolaknya, aku kacau. Aku linglung seketika. Tak tau arah. Berlarian kesana kemari. Aku berusaha memperbaiki diri. Terua berusaha.
Satu bulan itu juga aku mencoba menerima masukan - masukan dari orang lain. Menerima saran-saran dari orang itu. Saat aku bercerita dengan orang yang aku anggap ibuku sendiri, yaitu wali murid dari murid lesku. 
   "bu, aku ingin cerita. Aku dijodohkan dengan seorang penjahit yang bertempat tinggal di desa T****. Tapi usia nya 2 kali lipat dariku. Menurut panjenengan bagaimana?"
   "lohh siapa? Jangan-jangan Z ya??"
   "loh kok tahu?" seraya aku bertanya lagi dengan kaget,"kok kenal bu?"
   "Ya ampunnn... Siapa yang ngenalin? Itu kan mantan nya ibu dulu waktu SMP",jawabnya dengan tertawa.
   "loh iya ta bu?",aku hampir tidak percaya
   " iyaa..duluuu ceritanya begini............" ibu itu bercerita panjang lebar, dan dari cerita itu aku tau bagaimana karakter asli nya. Benar - benar asli. Dengan cerita dan saran itu aku mampu menolak nya. Karena dari awal aku memang tidak suka.
Semenjak aku katakan kejujuran hatiku. Dia mengalah. Dia memahami situasi ku. Aku mencoba menceritakan apa yang terjadi sebenarnya antara aku dan Mas Z. Ibuku pasrah. Ibuku mengerti tidak semua nya harus dipaksakan. 
Aku mengakhiri hubungan ku dengan mantan ku, karena ingin ibuku bahagia. Nyatanya, ibuku tidak tahu apapun tentang pria itu. Yapp itulah cerita kenapa aku bisa putus dengan mantanku. Mas Z sebagai figuran, artinya hanya tokoh yang sekali muncul dan tidak pernah lagi muncul. 

      Nona Asmara 20/11/2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar