Monday,8 August 2011 19:38
Ketika ayah dan ibu ku bercerai,aku semakin malas untuk sekolah.Itu sebagai bentuk prots ku terhadap orang tua ku.Perceraian itu seolah tamparan berat dalam hidup ku.Apalagi setelah orang yang menjadi semangat ku telah pergi.Semakin tidak ada semangat untuk hidup.
Tapi terkadang ketika bersekolah aku bersenda gurau bersama teman-teman ku.Moment itu lah yang membuat ku melupakan masalah keluarga ku. Dan mereka juga yang memberikan aku motivasi untuk tetap tegar dan tabah dalam menghadapi hidup ini.
Kadang aku suka merindukan ibu ku disaat seperti ini.Bila melihat ibu-ibu dan teman sekelas ku sering datang menjemput anak-anak nya ,lalu memberikan kecupan serta pelukan.aku terkadang iri, aku sadar ibu ku jauh dari ku sekarang.Tapi bukan berarti dia melupakan ku.Buat ku,masa kenangan itu pernah ada.Yang membedakan adalah kini aku lebih banyak bersama ayah ku.
Aku mengurung diriku di kamar,bahkan tidak ada seorang pun yang boleh menggangguku.Aku menangis ,marah,kecewa, dan benci terhadap semua ini. Rasa nya aku ingin mati. Aku ingin tridak ada lagi di dunia ini.Lenyapkan aku dari semua ini tuhan. Lenyapkan aku dari penderitaan yang selalu menyiksa ku ini Tuhan. Kenapa,, kenapa kau berikan aku nafas,, tetapi kau sertakan aku dengan penderitaan.Kenapa kau tak langsung lenyapkan nyawa ku.Aku ingin tidak ada yang melihat ku terpuruk,aku harus tetap tersenyum walau pun batin ku terluka.
Ibu mungkin memiliki pandangan dan keputusan terbaik dalam menghadapi perceraian dengan ayah ku.Ketika aku dihadapkan untuk memilih ikut dengan siapa?.Suatu keputusan yang bereat.Aku ingin ikut dengan kedua orang tua ku.Namun aku hanya punya satu keputusan yang sulit dan membuat ku merasa sedih.Mereka telah bercerai dan tidak mungkin bersama. Andai saja ibu mendengar suara hati ku mungkin kebenaran akan ku katakan saat ini.
Ibu,maafkan mengapa ku pilih ayah dalam hidup ku.Buka karena aku membenci dan marah pada ibu. Namun satu hal dalam hidup ku yang membuat aku m,enjadi dewasa.Perpisahan adalah hal yang tidak diinginkan oleh siapapun! termasuk oleh kau ibu. Namun oleh siapa perpisahan itu terjadi.Adalah pilihan dimana aku merasa dewasa. Aku tidak ingin merepotkan ibu. Ibu telah memilih kebahagiaan lain dalam hidup ibu saat ini dan biarkan aku membagi kasih dengan ayah.Menutupi kebahagiaan yang telah hilang dalam hidup ayah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar