MAKALAH
NUSA TENGGARA
BARAT
MAN
MALANG 2 BATU
(2012-2013)
Oleh : Anita
Indriasari
XII - bahasa
i.
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunia Nya lah, karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Antropologi, di tahun ajaran 2013, dengan judul Nusa Tenggara Barat, Fokus dan UnsurKebudayaan Suku NTB di Indonesia. Dengan membuat tugas ini kami diharapkan mampu untuk lebih mengenal tentang daerah NTB dan kebudayaan yang berkembang di NTB, yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia dan seringkali luput dari pengamatan kita sebagai masyarakat Indonesia.
Dalam penyelesaian karya ilmiah ini, kami banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan cukup baik. Karena itu, sudah sepantasnya jika kami mengucapkan terima kasih kepada:
1.
Ibu
Ana, yang tidak lelah dan bosan untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada
kami setiap saat.
2.
Orang
Tua dan keluarga kami tercinta yang banyak memberikan motivasi dan dorongan
serta bantuan, baik secara moral maupun spiritual.
3.
Narasumber
terpecaya dalam penelitian ini yang sudah banyak membantu, baik secara langsung
maupun tidak langsung, cetak maupun elektronik, yang tidak dapat kami sebutkan
satu per satu. Terima kasih atas semuanya.
Kami sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan karya ilmiah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan karya ilmiah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Harapan kami, semoga karya ilmiah yang sederhana ini, dapat memberi kesadaran tersendiri bagi generasi muda bahwa kita juga harus mengetahui adat dan kebudayaan dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, karena kita adalah bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia tercinta.
ii.
Daftar Isi
i. Kata
Pengantar…………………………………………………………………………………………………….2
ii. Daftar
Isi……………………………………………………………………………………………………………3
BAB
I (Pendahuluan)
1.1. Latar Belakang Masalah…………………………………………………………………………………..…...4
1.2. Rumusan
Masalah……………………………………………………………………….…………….............5
1.3.
Tujuan……………………………………………………………………………………………………………5
1.4.
Manfaat…………………………………………………………………………………………………………..5
BAB
II (Isi)
1. Agama dan Kepercayaan………………………………………………………………………………………...6
2. Ragam Kesenian di Nusa Tenggara
Barat………………………………………………………………..……7
3. Keadaan
Masyarakat……………………………………………………………………....…………….……….8
4. Ilmu Pengetahuan……………………………………………………………………...………………………....8
5. Bahasa………………………………………………………………………………....………………………..…8
6. Mata Pencaharian…………………………………………………………………..…………………………….9
7.
Teknologi…………………………………………………………………………………………………………..9
BAB III (Penutup)
1. Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………11
2. Saran......................................................................................................................................................11
3. Daftar Pustaka…………………………………………………………………....……………………………..12
BAB
1 (pendahuluan)
1.1. Latar Belakang Masalah
Nusa Tenggara Barat adalah
sebuah provinsi di Indonesia.
Sesuai dengan namanya, provinsi ini meliputi bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara. Dua pulau terbesar
di provinsi ini adalah Lombok yang
terletak di barat dan Sumbawa yang terletak di
timur. Ibu kota provinsi ini adalah Kota
Mataram yang berada di Pulau Lombok.
Provinsi Nusa Tenggara barat
secara geografis terletak pada 115 46 119 5 Bujur Timur dan 8 10 9 5
Lintang Selatan, dengan batas wilayahnya di sebelah Barat berbatasan dengan
Selat Lombok, Provinsi Bali, sebelah Timur dengan Selat Sape, Provinsi Nusa
Tenggara Timur, sebelah Utara dengan Laut Jawa dan laut Flores dan sebelah
Selatan dengan Samudera Indonesia.
Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang beribukota di Mataram terbagi dalam 8 kabupaten dan 2 kota, yaitu Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Bima dan Kota Mataram. Kabupaten Sumbawa merupakan wilayah dengan luas terbesar yaitu 6.643,98 Km2 (32,97%), sementara Kota Mataram merupakan wilayah dengan luas terkecil yaitu 61,30 Km2 (0,30%).
Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang beribukota di Mataram terbagi dalam 8 kabupaten dan 2 kota, yaitu Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Bima dan Kota Mataram. Kabupaten Sumbawa merupakan wilayah dengan luas terbesar yaitu 6.643,98 Km2 (32,97%), sementara Kota Mataram merupakan wilayah dengan luas terkecil yaitu 61,30 Km2 (0,30%).
Pengertian suku
bangsa dengan simpel adalah kelompok spesifik yang mempunyai
kesamaan latar belakang. Selanjutnya diterangkan bahwa pengertian suku
bangsa, atau kelompok etnik adalah perkumpulan orang yang mempunyai latar
belakang budaya, bahasa, rutinitas, style hidup, dan ciri-ciri fisik yang sama.
Masing-masing mereka mengidentifikasikan diri pada satu dengan yang lain
Sebagian besar dari penduduk
pulau Lombok berasal dari suku Sasak, sementara suku Bima dan Sumbawa merupakan
kelompok etnis terbesar di pulau Sumbawa. Mayoritas penduduk Nusa Tenggara
Barat beragama Islam (96%).
Suku-suku
di Provinsi Nusa Tenggara Barat, adalah:
pulau Lombok:
• Donggo
• Sasak
pulau Sumbawa:
• Bima
• Dompu
• Sambori
• Cek Bocek (Berco)
• Sumbawa
Namun, sungguh sangat disayangkan apabila
para generasi penerus bangsa tidak mengtehaui tentang kebudayaan dari setiap
suku yang ada. Kebanyakan dari mereka hanya mengetahui dan cukup mengerti
tentang kebudayaan dari salah satu suku yang ada di Indonesia, itu juga karena
pembahasan yang sering dibahas selalu mengambil contoh dari suku yang itu-itu
saja.
1.2 Rumusan Masalah
1. Agama dan kepercayaan apa yang
di anut oleh masyarakat suku Nusa Tenggara Barat?
2. Kesenian apa saja yang ada di
suku Nusa Tenggara Barat?
3. Bagaimana keadaan masyarakat
di suku Nusa Tenggara Barat?
4. Ilmu pengetahuan apa saja yang
tercipta di suku Nusa Tenggara Barat?
5. Bahasa apa yang di gunakan
masyarakat suku Nusa Tenggara Barat?
6. Apa mata pencaharian
masyarakat suku Nusa Tenggara Barat?
7. Teknologi apa saja yang
tedapat di suku Nusa Tenggara Barat?
1.3 Tujuan
1. Menjelaskan agama dan kepercayaan yang di anut dalam suku Nusa
Tenggara Barat
2. Mendeskripsikan kesenian yang
terdapat di suku Nusa Tenggara Barat
3. Mendeskripsikan
keadaan masyarakat suku Nusa Tenggara Barat
4. Menjelaskan
ilmu pengetahuan yang ada di suku Nusa Tenggara Barat
5. Menjelaskan bahasa yang
digunakan di suku Nusa Tenggara Barat
6. Menjelaskan mata pencaharian
masyarakat yang ada di suku Nusa Tenggara Barat
7. Mendeskripsikan teknologi
yang ada di suku Nusa Tenggara Barat
1.4 Manfaat
1. Menjadikan
seseorang memiliki sebuah wawasan yang baru tentang ntb
2. Bisa
mendapatkan gambaran tentang ntb
3. Memahami
dan mengerti tentang daerah ntb
4. Memberikan
sebuah pandangan baru
5. Sebagai
pembelajaran
BAB II (ISI)
1.Agama dan
Kepercayaan
Sebagian besar dari penduduk Lombok berasal dari suku Sasak,
sementara suku
Bima dan Sumbawa merupakan
kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa. Mayoritas penduduk Nusa Tenggara
Barat beragama Islam (96%).Indonesia adalah salah satu negara kepulauan yang memiliki
banyak wilayah yang terbentang di sekitarnya. Ini menyebabkan keanekaragaman
suku, adat istiadat dan kebudayaan dari setiap suku di setiap wilayahnya. Hal
ini sungguh sangat menakjubakan karena biarpun Indonesia memiliki banyak
wilayah, yang berbeda suku bangsanya, tetapi kita semua dapat hidup rukun satu
sama lainnya.
Dalam pelaksanaan Upacara Pujawali dan Perang
Topat ini terdapat berbagai persiapan yang dilakukan, yang juga masuk sebagian
dari upacara ini secara ritual, persiapan upcara ini sudah dimulai beberapa
hari sebelumnya. Sedangkan untuk memeriahkan dan menyemarakan upacara ini
beberapa hari sebelum dan sesudahnya diadakan berbagai macam hiburan dan
kesenian untuk rakyat.
Sebelum
Perang Topat dimulai Kebon Odek dikeluarkan dari Kemaliq yang terdapat di Pura
Lingsar Kecamatan Narmada yang bertujuan untuk menjemput Pesajik (sesajen)
kemudian dikelilingi sebanyak 3 kali di Kemaliq lalu di upacarakan. Sesudah
upacara Pujawali, dilakukan acara Perang Topat.
a. Upacara Adat
Menjelang tujuh belasan
biasanya banyak acara2 agustusan digelar buat meriahkan B’Day kemerdekaan.
Acara yang paling aku tunggu2 adalah Tarung Peresean, biasanya tarung ini
pastilah helatan pemerintah karena acara ini melibatkan petarung2 dari berbagai
desa. Peresean adalah pertarungan antara dua orang yang bersenjatakan alat
pemukul (sebilah tongkat) dari rotan (penjalin) dengan tameng dari bahan kulit
sapi/kerbau.
Peresean juga bagian
dari upacara adat di pulau Lombok dan
termasuk dalam seni tarian suku sasak. Seni peresean ini menunjukkan keberanian
dan ketangkasan seorang petarung (pepadu), kesenian ini dilatar belakangi oleh
pelampiasan rasa emosional para raja dimasa lampau ketika mendapat kemenangan
dalam perang tanding melawan musuh-musuh kerajaan, disamping itu para pepadu
pada peresean ini mereka menguji keberanian, ketangkasan dan ketangguhan dalam
bertanding. Yang unik dalam pertarungan ini adalah pesertanya tidak
dipersiapkan sebelumnya alias para petarung diambil dari penonton sendiri,
artinya penonton saling tantang antar penonton sendiri dan salah satu pemain
akan kalah jika kepala atau anggota badan sudah berdarah2…
2. Ragam kesenian di Nusa Tenggara Barat
a.
Slober
Kesenian
slober adalah salah satu jenis musik tradisional Lombok yang tergolong cukup
tua, alat-alat musik nya sangat unik dan sederhana yang terbuat dari pelepah
enau yang panjang nya 1 jengkal dan lebar 3 cm.
Kesenian
slober didukung juga dengan peralatan lainnya yaitu gendang, petuk, rincik,
gambus, seruling. Nama kesenian slober diambil dari salah seorang warga desa
Pengadangan Kecamatan Pringgasela yang bernama Amaq Asih alias Amaq Slober.
Kesenian ini salah satu kesenian yang masih eksis sampai
saat ini yang biasanya dimainkan pada setiap bulan purnama.
b.
Tari
Jangger
Tari
Jangger
Kesenian tari jangger ini
masih dipertahankan sebagai tontonan yang biasanya dipentaskan pada acara
perkawinan, sunatan, ulang tahun dan Iain-lain. Kesenian ini merupakan tarian
yang dilakukan oleh perempuan yang melantunkan tembang-tembang yang di iringi
oleh musik gamelan Lombok.
Kesenian tari
jangger ini sekarang pementasannya tidak hanya dilakukan pada acara
tertentu saja melainkan sudah masuk dalam agenda yang dilakukan di
kantor-kantor atau hotel-hotel dalam rangka menghibur para tamu.
c.
Pakaian adat
Secara
tradisional pakaian tradisional yang dikenakan penduduk daerah Nusa Tenggara
Barat dibedakan atas dua macam, yaitu yang dikenakan oleh kaum pria dan oleh
kaum wanita. Pakaian adat yang dikenakan bagi kaum pria di daerah Lombok berupa
tutup kepala, baju lengan panjang memakai kain sarung sebatas dengkul yang
ditenun, dan celana panjang, serta di punggungnya terselip sebilah keris.
Sedangkan kaum wanitanya mamakai pakaian yang terdiri atas kebaya panjang
dengan kain songket. Perhiasan yang dipakai berupa hiasan bunga di kepala.
3. Keadaan
Masyarakat
Suku Sasak adalah penduduk asli dan suku
mayoritas di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Sebagai penduduk asli,
suku Sasak telah mempunyai sistem budaya sebagaimana terekam dalam kitab Nagara
Kartha Gama karangan Empu Nala dari Majapahit. Dalam kitab tersebut, suku Sasak
disebut “Lomboq Mirah Sak-Sak Adhi.” Jika saat kitab tersebut dikarang suku
Sasak telah mempunyai sistem budaya yang mapan.
Dalam masyarakat Sasak, kelompok
kekeraatan terkecil adalah keluarga inti (nuclear family) yang disebut kuren.
Keluarga inti umumnya keluarga monogami, meskipun adat membenarkan keluarga
inti poligami. Adat menetao sesudah nikah adalah virilokal, meskipun ada yang
uxorilokal dan neolokal. Garis keturunan suku Sasak ditarik menuruk sistem patrilineal
4.
Ilmu Pengetahuan
Suku Sasak mempunyai pengetahuan
yang didapatkan turun temurun dari nenek moyang mereka tentang pembuatan lantai
dari rumah mereka khususnya rumah adat mereka. Lantai rumah mereka dibuat dari
tanah liat yang dicampur dengan kotoran kerbau dan jerami. Campuran tanah liat
dan kotoran kerbau membuat lantai tanah mengeras, sekeras semen.
Karena perubahan pengetahuan Suku
Sasak pula-lah yang menyebabkan adanya perubahan fungsi dan bentuk fisik rumah
adat mereka. Hanya saja, konsep pembangunannya seperti arsitektur, tata ruang,
dan polanya tetap menampilkan karakteristik tradisionalnya yang dilandasi oleh
nilai-nilai fiilosofis yang ditransmisikan secara turun temurun.
Untuk
menjaga lestarinya rumah adat mereka dari gilasan arsitektur modern, para
orangtua biasanya mengatakan kepada anak-anaknya yang hendak membangun rumah
dengan ungkapan: “Kalau mau tetap tinggal di sini, buatlah rumah seperti model
dan bahan bangunan yang sudah ada. Kalau ingin membangun rumah permanen seperti
rumah-rumah di kampung-kampung lain, silahkan keluar dari kampung ini.”
Demikianlah cara orang Sasak manjaga eksistensi rumah adat mereka, yaitu dengan
cara melembagakan dan mentransmisikan pengetahuan dan nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya.
5. Bahasa
Selain bahasa Indonesia,
bahasa sehari-hari yang digunakan Suku Sasak adalah bahasa
Sasak. Bahasa Sasak
ini juga dipakai oleh masyarakat Pulau
Lombok, propinsi Nusa
Tenggara Barat. Bahasa ini mempunyai gradasi sebagaimana Bahasa Bali dan Bahasa Jawa. Bahasa Sasak mirip
dan serumpun dengan Bahasa Bali.
a. Dialek
bahasa
Bahasa
Sasak mempunyai dialek-dialek yang berbeda menurut wilayah, bahkan dialek di
kawasan Lombok Timur kerap sukar
dipahami oleh para penutur Sasak lainnya. Bahasa Sasak biasanya dibagi menjadi
empat dialek, yaitu:
·
Dialek
Sasak Pejanggi
·
Dialek
Sasak Selaparang
·
Dialek
Sasak Bajan
·
Dialek
Sasak Tanjong
·
Dialek
Sasak Pujut
·
Dialek
Sasak Sembalun
·
Dialek
Sasak Tebangi
·
Dialek
Sasak Pengantap
6. Mata Pencaharian
Secara
tradisional mata pencaharian terpenting dari sebagian besar orang Sasak adalah
dalam lapangan pertanian. Dalam lapangan pertanian mereka bertanam padi sawah,
padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedele, sorgum. Selain
itu, mereka mengusahakan kebun kelapa, tembakau, kopi, tebu. Perternakan
merupakan mata pencaharian sambilan. Mereka beternak sapi, kerbau dan unggas.
Mata pencaharian lain adalah usaha kerajinan tangan berupa anyaman,
barang-barang dari rotan, ukir-ukiran, tenunan, barang dari tanah liat, barang
logam, dan lain-lain. Di daerah pantai mereka juga menjadi nelayan. Dalam
rangka mata pencaharian tadi mereka menggunakan teknologi berupa pacul (tambah),
bajak (tenggale), parang, alat untk meratakan tanah (rejak), kodong,
ancok, dan lain-lain.
Menurut data dari pemerintah Lombok Timur, mata
pencaharian penduduk di Kabupaten Lombok Timur sebagian besar dari sektor
pertanian (59,55 %), selebihnya dari sektor perdagangan, hotel , restauran
11,95 %; jasa-jasa 9,14 %; industri 8,83 % dan lain-lain 10,53 %. Keadaan ini
juga diperlihatkan dari pola penggunaan lahan yang ada, yaitu permukiman 5,01
%; pertanian (sawah, lahan kering, kebun, perkebunan) 48 %; hutan 34 %; tanah
kosong (tanduns, kritis) 1 %; padang (alang, rumput dan semak) 9 %; perairan
0,6 %; pertambangan 0,2 % dan lain-lain penggunaan 5 %.
7. Teknologi
a. Rumah
Adat
Orang Sasak
mengenal beberapa jenis bangunan adat yang dijadikan sebagai tempat tinggal dan
juga tempat penyelenggaraan ritual adat dan ritual keagamaan.

Rumah adat Sasak pada bagian atapnya
berbentuk seperti gunungan, menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5 sampai 2
meter dari permukaan tanah (fondasi). Atap dan bubungannya (bungus) terbuat
dari alang-alang, dindingnya dari anyaman bambu (bedek), hanya mempunyai satu
berukuran kecil dan tidak ada jendelanya. Ruangannya (rong) dibagi menjadi inan
bale (ruang induk) meliputi bale luar (ruang tidur) dan bale dalem berupa
tempat menyimpan harta benda, ruang ibu melahirkan sekaligus ruang
disemayamkannya jenazah sebelum dimakamkan.
Ruangan bale dalem dilengkapi amben, dapur,
dan sempare (tempat menyimpan makanan dan peralatan rumah tangga lainnya)
terbuat dari bambu ukuran 2 x 2 meter persegi atau bisa empat persegi panjang.
Kemudian ada sesangkok (ruang tamu) dan pintu masuk dengan sistem sorong
(geser). Di antara bale luar dan bale dalem ada pintu dan tangga (tiga anak
tangga) dan lantainya berupa campuran tanah dengan kotoran kerbau/kuda, getah,
dan abu jerami.
Undak-undak (tangga),
digunakan sebagai penghubung
antara bale luar dan bale dalem.
digunakan sebagai penghubung
antara bale luar dan bale dalem.
Hal lain yang cukup menarik diperhatikan dari
rumah adat Sasak adalah pola pembangunannya. Dalam membangun rumah, orang Sasak
menyesuaikan dengan kebutuhan keluarga maupun kelompoknya. Artinya, pembangunan
tidak semata-mata untuk mememenuhi kebutuhan keluarga tetapi juga kebutuhan
kelompok. Karena konsep itulah, maka komplek perumahan adat Sasak tampak
teratur seperti menggambarkan kehidupan harmoni penduduk setempat.
Bangunan rumah dalam komplek perumahan Sasak
terdiri dari beberapa macam, diantaranya adalah: Bale Tani, Bale Jajar,
Berugaq/Sekepat, Sekenam, Bale Bonter, Bale Beleq Bencingah, dan Bale Tajuk.
Nama bangunan tersebut disesuaikan dengan fungsi dari masing-masing tempat.
b.
Benda-Benda
- Gendang Beleq
Salah satu alat musik berupa gendang berbentuk bulat
dengan ukuran yang besar. Gendang beleq ini tediri dari 2 jenis yang
disebut gendang mama (yang dimainkan oleh laki-laki) dan gendang nina (yang
dimainkan oleh perempuan). Konon, pada jaman dahulu, musik Gendang Beleq
digunakan untuk mengantar prajurit yang hendak berangkat berperang. Sekarang
alat musik ini sering digunakan untuk mengiringi rombongan pengantin atau
menyambut tamu-tamu kehormatan. Gendang ini digunakan sebagai pembawa dinamika
dalam kesenian Gendang Beleq.- Ende
Sebuah
perisai yang terbuat dari kulit lembu atau kerbau. Ende (perisai) ini
dipergunakan dalam kesenian bela diri yang disebut Periseian. Periseian adalah
kesenian bela diir yang sudah ada sejak jaman kerajaan-kerajaan di Lombok,
awalnya dalah semacam latihan pedang dan perisai sebelum berangkat ke medan
pertempuran.
- Peralatan untuk membangun rumah
Peralatan suku Sasak persiapkan
dalam membangun rumah mereka, diantaranya adalah:
l Kayu-kayu
penyangga,
l Bambu
l Bedek,
anyaman dari bambu untuk dinding
l Jerami
dan alang-alang, digunakan untuk membuat atap
l Kotoran
kerbau atau kuda, sebagai bahan campuran untuk mengeraskan lantai
l Getah
pohon kayu banten dan bajur
l Abu
jerami, digunakan sebagai bahan campuran untuk mengeraskan lantai.
4. Peralatan untuk bekerja (mata
pencaharian)
l pacul
(tambah),
l bajak
(tenggale),
l parang,
l alat
untk meratakan tanah (rejak),
l kodong,
l ancok,
l dan lain-lain.
BAB III
KESIMPULAN
Dengan proses pembuatan
makalah ini, maka dapat disimpulkan
bahwa bermacam-macam suku yang terdapat di Bangsa Indonesia ini. Maka kita
harus memperhatikan suku-suku di Indonesia agar tidak memudarkan kebudayaan
tersebut, serta tingkatkan kepekaan kita terhadap suku-suku pedalaman yang
seharus nya di perhatikan.
SARAN
Seharusnya pemerintah Nusa
Tenggara Barat ikut berperan aktif dalam mewujudkan daerah yang lebih dari
sebelum nya dengan meningkatkan kualitas-kualitas lain. Dan semoga suku budaya
di daerah Nusa Tengggara Barat ini tidak pudar.
DAFTAR PUSTAKA
http://terune-sasak.blogspot.com/search/label/Rumah%20adat%20Suku%20Sasak
Melalatoa, M.Junus. Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia.
Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.1975.
Hidayah, Zulyani. Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. 1990
Rudini. Nusa Tenggara Barat. Jakarta : Yayasan Bhakti
Wawasan Nusantara. 1992
literature.melayuonline.com
www..org/.../.../165-atraksi-budaya--.html




nah mantap nii
BalasHapusMakasih ni...
BalasHapussangat membantu....
terima kasih,,,sangat membantu :)
BalasHapusTerima kasih ini sangat membatu dalam mengerjakan tugas antropologi
BalasHapus